.post { -webkit-touch-callout:none; -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -ms-user-select:none; -moz-user-select:none; } .post blockquote,.post pre,.post code { -webkit-touch-callout:text; -webkit-user-select:text; -khtml-user-select:text; -ms-user-select:text; -moz-user-select:text; }

Selasa, 14 November 2017

Ruang Lingkup Public Relations (PR)

Keberadaan Public Relations (PR) adalah hal yang wajib bagi sebuah perusahaan. Dalam upaya untuk menciptakan, memelihara dan membina hubungan yang harmonis antara kedua belah pihak yakni perusahaan dengan konsumennya maka PR harus dapat menjadi jembatan penghubung yang baik.

Keberadaan public relations di dalam sebuah organisasi atau perusahaan sangat diperlukan untuk menciptakan dan membangun citra positif perusahaan. Sesuai dengan fungsinya. Public relations merupakan kegiatan komunikasi yang terencana dan terselenggara antara organisasi atau perusahaan kepada public internal dan eksternal dengan maksud terjalinnya hubungan harmonis serta adanya saling pengertian dan kerjasama antara keduanya yang saling menguntungkan.

Dalam operasionalisasinya, public relations membina hubungan yang harmonis antara organisasi dan publik. Selain itu juga mencegah terjadinya rintangan prikologis pada pihak publik. Sifat harmonis disini mengandung makna luas yakni adanya saling mempercayai (mutual confidence), iktikad baik (goodwill), toleransi (tolerance), membina saling pengertian (mutual understanding), saling menghargai (mutual appreciation) dan membangun citra baik (good image).

Public relations berperan dalam penjelasan atau pembelaan terhadap opini-opini yang kurang baik dari publik terhadap perusahaan tersebut, dengan cara menyajikan berbagai data, fakta dan informasi yang sebenarnya. Oleh karena itu harus ada proses yang kontinu dari manajemen perusahaan untuk memperoleh goodwill dan pengertian dari para konsumen, karyawan, dan publik pada umumnya. Secara internal dengan mengadakan analisa dan perbaikan-perbaikan terhadap perusahaan, sedangkan secara eksternal dengan survey, observasi dan publikasi.

Dalam setiap bidang pekerjaan, sudah secara otomatis terdapat ruang lingkup bidang pekerjaan. Ruang lingkup ini merupakan hal - hal apa saja yang akan dikerjakan atau menjadi sasaran kegiatan Public Relations. Ruang lingkup Public Relations terbagi dua, yaitu eksternal public relations dan internal public relations.

Berfungsi tidaknya Public Relations dalam sebuah organisasi menurut Efendy dalam bukunya Hubungan Masyarakat Suatu Studi Komunologis, dapat diketahui dari ada tidaknya kegiatan yang menunjukan ciri-cirinya yakni :
a. “Public Relations adalah kegiatan komunikasi dalam suatu yang berlangsung dua arah secara timbal balik.
b. Public Relations merupakan penunjang tercapainya tujuan yang ditetapkan oleh manajemen suatu organisasi.
c. Pulic yang menjadi sasaran kegiatan Public Relations adalah public eksternal dan public internal.
d. Operasionalisasi Public Relations adalah membina hubungan yang hrmonis antara organisasi dengan public dan mencegah terjadinya rintangan psikologis baik yang timbul dari pihak organisasi maupun dari pihak public”. (19994 : 24).

Kegiatan Public Relations terbagi menjadi dua. Kegiatan-kegiatan yang ditujukan kedalam disebut Internal Public Relations dan kegiatan-kegiatan yang ditujukan keluar Exsternal Public Relations.
Menurut Kasali dalm buku Manajemen Public Relations, Publik Internal adalah masyarakat yang berada dalam organisasi dan melakukan aktifitas yang berhubungan dengan kelangsungan hidup organisasi tersebut yang terdiri dari :
1.Pemegang saham dan pemilik perusahaan.
Manajer dan Top Executives, yaitu orang-orang yang memegang jabatan structural dalam perusahaan.
2.Karyawan, yaitu orang-orang di dalam perusahaan yang tidak memegang jabatan structural.
3.Keluarga karyawan (1994 : 65).

Berikut penjelasan Ruang Lingkup Public Relations yang dikutip dari beberapa buku : 

Ruslan (2010:22-23) menjabarkan adapun Ruang lingkup tugas Public Relations dalam sebuah ornganisasi/lembaga antara lain meliputi aktivitas sebagai berikut : 

a. Membina hubungan ke dalam (publik internal) 
Yang dimaksud dengan publik internal adalah publik yang menjadi bagian dari unit/badan/perusahaan atau organisasi itu sendiri. Seorang PR harus mampu mengidentifikasi atau mengenali hal-hal yang menimbulkan gambaran negatif di dalam masyarakat, sebelum kebijakan itu dijalankan oleh organisasi. Contohnya : Employee Relations (hubungan dengan para pekerja), Stockholder Relations (hubungan dengan para pemegang saham), Labour Rekations (hubungan dengan para buruh), Manager Relations (hubungan dengan para manager)

b. Membina hubungan ke luar (publik eksternal) 
Yang dimaksud publik eksternal adalah publik umum (masyarakat). Mengusahakan tumbuhnya sikap dan gambaran publik yang positif terhadap lembaga yang diwakilnya. Contoh Ekternal Relation : Goverment relations (menjaga hubungan baik dengan pemerintah), Community relations (menjaga hubungan baik dengan warga setempat) , Consumer relations (menjaga hubungan baik dengan konsumen), Media and Pers relations (menjaga hubungan dengan media massa dan pers).

Dalam usaha untuk menciptakan suasana yang menyenagkan dan keuntungan dalam badan itu, komunikasi yang bersifat “two-way Communication” mutlak harus ada, yaitu komunikasi antara pimpinan dengan bawahan dan juga antara bawahan dan pimpinan yang merupakan “feedback” yang berdasarkan hubungan manusiawi yang baik dan menciptakan suasana kerja yang kondusif. Tugas Public Relations dalam Internal Public Relations yaitu menyelenggarakan komunikasi yang sifatnya persuasif dan informatif.

Berdasarkan hal tersebut, tugas penting Exsternal Public Relations adalah mengadakan komunikasi yang efektif, informatif dan persuasif, yang ditujukan kepada public diluar badan itu. Informasi yang disampaikan harus jujur, teliti dan berdasarkan fakta. Sebab public mempunyai hak untuk mengetahui hal yang sebenarnya terjadi dalam perusahaan.
Dengan kelompok-kelompok tersebut harus senantiasa diadakan kominikasi dalam rangka memelihara dan membina hubungan yang harmonis dengan mereka. Hubungan baik dengan public Eksternal sama pentingnya dengan public Internal, turut menentukan sukses tidaknya tujuan yang dicapai oleh suatu organisasi.


 Daftar Pustaka
http://pr-teoridanpraktik.blogspot.co.id/2014/11/ruang-lingkup-public-relations.html
https://e-ddaily.blogspot.co.id/2015/09/public-relations-ruang-lingkup-pr.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar