Keberadaan Public
Relations (PR) adalah hal yang wajib bagi sebuah perusahaan. Dalam upaya
untuk menciptakan, memelihara dan membina hubungan yang harmonis antara kedua
belah pihak yakni perusahaan dengan konsumennya maka PR harus dapat menjadi
jembatan penghubung yang baik.
Keberadaan public relations di dalam sebuah organisasi
atau perusahaan sangat diperlukan untuk menciptakan dan membangun citra positif
perusahaan. Sesuai dengan fungsinya. Public relations merupakan kegiatan
komunikasi yang terencana dan terselenggara antara organisasi atau perusahaan
kepada public internal dan eksternal dengan maksud terjalinnya hubungan
harmonis serta adanya saling pengertian dan kerjasama antara keduanya yang
saling menguntungkan.
Dalam operasionalisasinya, public relations membina
hubungan yang harmonis antara organisasi dan publik. Selain itu juga mencegah
terjadinya rintangan prikologis pada pihak publik. Sifat harmonis disini
mengandung makna luas yakni adanya saling mempercayai (mutual confidence),
iktikad baik (goodwill), toleransi (tolerance), membina saling pengertian
(mutual understanding), saling menghargai (mutual appreciation) dan membangun
citra baik (good image).
Public
relations berperan dalam penjelasan atau pembelaan terhadap opini-opini
yang kurang baik dari publik terhadap perusahaan tersebut, dengan cara
menyajikan berbagai data, fakta dan informasi yang sebenarnya. Oleh karena itu
harus ada proses yang kontinu dari manajemen perusahaan untuk memperoleh goodwill dan
pengertian dari para konsumen, karyawan, dan publik pada umumnya. Secara
internal dengan mengadakan analisa dan perbaikan-perbaikan terhadap perusahaan,
sedangkan secara eksternal dengan survey, observasi dan publikasi.
Dalam
setiap bidang pekerjaan, sudah secara otomatis terdapat ruang lingkup bidang
pekerjaan. Ruang lingkup ini merupakan hal - hal apa saja yang akan dikerjakan
atau menjadi sasaran kegiatan Public Relations. Ruang lingkup Public
Relations terbagi dua, yaitu eksternal public relations dan internal public
relations.
Berfungsi tidaknya Public Relations dalam sebuah
organisasi menurut Efendy dalam bukunya Hubungan Masyarakat Suatu Studi
Komunologis, dapat diketahui dari ada tidaknya kegiatan yang menunjukan
ciri-cirinya yakni :
a. “Public Relations adalah kegiatan komunikasi dalam suatu yang
berlangsung dua arah secara timbal balik.
b. Public Relations merupakan penunjang tercapainya tujuan yang ditetapkan
oleh manajemen suatu organisasi.
c. Pulic yang menjadi sasaran kegiatan Public Relations adalah public
eksternal dan public internal.
d. Operasionalisasi Public Relations adalah membina hubungan yang hrmonis
antara organisasi dengan public dan mencegah terjadinya rintangan psikologis
baik yang timbul dari pihak organisasi maupun dari pihak public”. (19994 : 24).
Kegiatan Public Relations terbagi menjadi dua.
Kegiatan-kegiatan yang ditujukan kedalam disebut Internal Public Relations dan
kegiatan-kegiatan yang ditujukan keluar Exsternal Public Relations.
Menurut Kasali dalm buku Manajemen Public Relations,
Publik Internal adalah masyarakat yang berada dalam organisasi dan melakukan
aktifitas yang berhubungan dengan kelangsungan hidup organisasi tersebut yang
terdiri dari :
1.Pemegang saham dan pemilik perusahaan.
Manajer dan Top Executives, yaitu orang-orang yang memegang jabatan structural
dalam perusahaan.
2.Karyawan, yaitu orang-orang di dalam perusahaan yang tidak memegang
jabatan structural.
3.Keluarga karyawan (1994 : 65).
Berikut penjelasan Ruang Lingkup
Public Relations yang dikutip dari beberapa buku :
Ruslan (2010:22-23) menjabarkan
adapun Ruang lingkup tugas Public Relations dalam sebuah ornganisasi/lembaga
antara lain meliputi aktivitas sebagai berikut :
a. Membina hubungan ke dalam (publik
internal)
Yang dimaksud dengan publik internal
adalah publik yang menjadi bagian dari unit/badan/perusahaan atau organisasi
itu sendiri. Seorang PR harus mampu mengidentifikasi
atau mengenali hal-hal yang menimbulkan gambaran negatif di dalam masyarakat,
sebelum kebijakan itu dijalankan oleh organisasi. Contohnya
: Employee
Relations (hubungan dengan para pekerja), Stockholder
Relations (hubungan dengan para pemegang saham), Labour
Rekations (hubungan dengan para buruh), Manager
Relations (hubungan dengan para manager)
b. Membina hubungan ke luar (publik
eksternal)
Yang dimaksud publik eksternal
adalah publik umum (masyarakat). Mengusahakan tumbuhnya sikap dan gambaran
publik yang positif terhadap lembaga yang diwakilnya. Contoh
Ekternal Relation : Goverment relations (menjaga hubungan baik dengan pemerintah), Community
relations (menjaga hubungan baik dengan warga setempat) , Consumer
relations (menjaga hubungan baik dengan konsumen), Media
and Pers relations (menjaga hubungan dengan media massa dan pers).
Dalam usaha untuk menciptakan suasana yang menyenagkan
dan keuntungan dalam badan itu, komunikasi yang bersifat “two-way
Communication” mutlak harus ada, yaitu komunikasi antara pimpinan dengan
bawahan dan juga antara bawahan dan pimpinan yang merupakan “feedback” yang
berdasarkan hubungan manusiawi yang baik dan menciptakan suasana kerja yang
kondusif. Tugas Public Relations dalam Internal Public Relations yaitu
menyelenggarakan komunikasi yang sifatnya persuasif dan informatif.
Berdasarkan hal tersebut, tugas penting Exsternal Public
Relations adalah mengadakan komunikasi yang efektif, informatif dan persuasif,
yang ditujukan kepada public diluar badan itu. Informasi yang disampaikan harus
jujur, teliti dan berdasarkan fakta. Sebab public mempunyai hak untuk
mengetahui hal yang sebenarnya terjadi dalam perusahaan.
Dengan kelompok-kelompok tersebut harus senantiasa
diadakan kominikasi dalam rangka memelihara dan membina hubungan yang harmonis
dengan mereka. Hubungan baik dengan public Eksternal sama pentingnya dengan
public Internal, turut menentukan sukses tidaknya tujuan yang dicapai oleh
suatu organisasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar