.post { -webkit-touch-callout:none; -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -ms-user-select:none; -moz-user-select:none; } .post blockquote,.post pre,.post code { -webkit-touch-callout:text; -webkit-user-select:text; -khtml-user-select:text; -ms-user-select:text; -moz-user-select:text; }

Rabu, 29 November 2017

Penentuan Target dan Strategi Public Relations



Public Relations profesional dalam pengelolaan sasaran/target yang hendak dicapainya melakukan pengadopsian tehnik-tehnik Management of Objective (MBO) dan Management by Objective of Result (MOR) untuk membantu ualitas nilai Public Relations dalam suatu organisasi.
            MBO dapat memberikan profesional Public Relation dengan sumber umpan yang sangat kuat. MBO dan MOR berhubungan dengan hasil-hasil Public Relations untuk penentuan target awal manajemen. Adapun poin-poin dalam MBO menurut Sholeh Soemirat dan Elvinaro Ardianto (2003:98) adalah sebagai berikut  :
1. Spesifikasi tujuan-tujuan organisasi dengan mencapai target penampilan organisasi.
2. Konferensi antara superior dan subordinate (bawahan)  untuk menyepakati terhadap pencapaian tujuan.
3. Kesepakatan antara atasan dan bawahan pada target yang konsisten dengan tujuan-tujuan organisasi.
4.  Pengkajian secara periodik oleh atasan dan bawahan untuk menilai kemajuan pencapaian tujuan.
Adapun kunci penggunaan MBO secara efektif dalam tugas Public Relations  dapat di pecah ke dalam tujuan tahap secara kritis  :
1.      Memiliki batasan dan misi kerja.
2.      Menetapkan kunci areal keberhasilan (hasil) dalam jangka waktu tertentu, berupaya dan berkepribadian.
3.      Identifikasi fakto-faktor menentukan tindakan pada target yang telah ditentukan.
4.      Meletakan target/menetapkan hasil yang akan dicapai.
5.      Persiapan perencanaan secara taktis untuk mencapai target khusus, termasuk: Pemrograman untuk memantapkan suatu rangakain tindakan untuk mengikutinya., penjadwalan waktu yang dibutuhkan bagi setiap tahapan, penganggaran untuk menugaskan sumber daya yang dperlukan bagi pencapaian tujuan, pemantapan pertanggung jawaban secara individu untuk pencapaian target/sasaran, pengkajian dan rekonsiliasi (perdamaian) melalui suatu prosedur testing untuk membawa kemajuan.
6.      Pemantapan keputusan dan peraturan untuk mengikutinya.
7.       Pemantapan prosedur untuk menangani pekerjaan

Sebagaimana diketahui sebelumnya bahwa tujuan public relations yakni membangun dan mengembangkan citra yang positif bagi perusahaan atau organisasi terhadap publik internal (karyawan) ataupun publik eksternal (konsumen atau masyarakat). Maka strategi public relations adalah bagian dari suatu rencana public relations yang diarahkan untuk membentuk persepsi yang menguntungkan sehingga menghasilkan citra yang positif.

Menurut Ahmad S. Adnanputra yang dikutip oleh Rosady Ruslan dalam bukunya Manajemen Public Relations dan Komunikasi mengatakan bahwa arti strategi public relations adalah alternatif optimal yang dipilih untuk ditempuh guna mencapai tujuan public relations dalam kerangka atau rencana public relations (public relations plan)[1].

Lebih lanjut Adnanputra menyatakan bahwa strategi adalah bagian terpadu dalam suatu rencana, sedangkan rencana merupakan produk dari suatu perencanaan, yang pada akhirnya perencanaan adalah satu fungsi dasar dari proses manajemen. Dalam suatu strategi terdapat beberapa komponen yang akan berpengaruh, baik secara makro, maupun secara mikro yaitu lingkungan, kondisi, visi atau arah, tujuan, dan sasaran dari suatu pola yang menjadi dasar bagi suatu lembaga. Beberapa aspek strategi atau pendekatan yang lazim digunakan oleh para praktisi public relations dalam mewujudkan tujuannya (Ruslan,2003:121), yaitu melalui pendekatan kemasyarakatan, persuasif, dan edukatif, tanggung jawab sosial public relations, kerjasama, serta pendekatan koordinatif dan integratif. Hal ini berkaitan erat dengan fungsi public relations yang diembannya, yaitu sebagai penyampai kebijakan manajemen kepada publiknya dan penyampai opini publik untuk manajemen. Karena keberhasilan suatu organisasi di mata publiknya, yaitu terciptanya hubungan yang harmonis. Hal ini hanya bisa dicapai manakala kebersamaan telah menjadi suatu keniscayaan. Pelaksanaan strategi public relations dalam berkomunikasi dikenal dengan istilah 7-Cs public relations communication menurut Cutlip, Center &Broom dalam Ruslan (2005:113-114) terdiri atas: credibility, contex, content, clarity, continuity and consistency, channels, capability of the audinence.

Strategi public relations diarahkan kepada upaya-upaya menggarap persepsi para stakeholders untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh organisasi atau perusahaan. Konsekuensinya, jika strategi public relations tersebut berhasil maka akan diperoleh sikap, tindak dan persepsi yang menguntungkan dari stakeholders sebagai khalayak sasaran dan pada akhirnya akan tercipta opini atau citra yang menguntungkan bagi organisasi atau perusahaan.
Menurut Cutlip & Center (dalam Kasali dan Abdurachman), terdapat proses public relations yang mengacu kepada pendekatan manajerial. Proses ini terdiri dari: Fact finding adalah mencari dan mengumpulkan fakta atau data sebelum melakukan tindakan. Public relations perlu mengetahui apa yang diperlukan oleh publik sebelum melakukan tindakan untuk memajukan perusahaanya.

Public relations bisa melakukan analisis langsung ke lapangan dengan mengadakan survei terkait produk yang diinginkan oleh publik. Misalnya, public relations menanyakan apa saja yang dibutuhkan oleh publik, siapa saja yang termasuk ke dalam publik, dan bagaimana publik dipandang dari berbagai faktor dengan maksud strategi yang digunakan ke depannya tidak meleset dan bisa mengembangkan perusahan yang diwakilinya. Planning adalah berdasarkan fakta membuat rencana tentang apa yang harus dilakukan dalam menghadapi berbagai masalah dalam perusahaan. Setelah melakukan fact finding ke lapangan barulah public relations bisa melakukan rencana apa yang ingin dilaksanakan guna memenuhi kebutuhan publik. Dalam tahap ini, public relations haruslah dituntut mempunyai ide yang kreatif agar publik tertarik dengan yang ditawarkan oleh perusahaan yang mereka wakili.

Communicating adalah rencana yang disusun dengan baik sebagai hasil pemikiran yang matang berdasarkan fakta atau data, yang kemudian dikomunikasikan atau dilakukan kegiatan operasional. Public relations berusaha mengkomunikasikan rencana-rencana yang mereka lakukan ke depannya dengan memperkenalkan kepada publik. Melakukan komunikasi dua arah dengan diadakannya acara-acara agar pihak publik dengan perusahaan bisa bertemu langsung dalam penawaran produk yang telah direncakan. Selain itu bisa juga dilakukan dengan mempublikasikan produk melalui iklan (surat kabar, televisi dan radio).

Evaluation adalah mengadakan evaluasi tentang suatu kegiatan, apakah tujuan sudah tercapai atau belum. Ini adalah tahap terakhir dari proses public relations. Evaluasi dilakukan secara kontinyu. Hasil evaluasi menjadi unsur dasar untuk kegiatan public relations selanjutnya.[2] Untuk dapat bertindak secara strategis, kegiatan public relations harus menyatu dengan visi dan misi perusahaannya. Untuk memberikan konstribusi kepada rencana kerja jangka panjang perusahaan, maka para praktisi public relations bisa melakukan hal-hal sebagai berikut:

a. Menyampaikan fakta dan opini, baik yang beredar di dalam maupun diluar perusahaan. Informasi yang diterima oleh publik bisa dari media apa saja. Namun public relations harus menyampaikan informasi yang sesuai dengan fakta. Public relations berusaha menaikkan citra perusahaan dengan menyebarkan informasi yang baik tentang perusahaan.

b. Menelusuri dokumen resmi perusahaan dan mempelajari perubahan yang terjadi secara historis. Perusahaan akan mengalami perubahan dari masa ke masa melalui perkembangannya. Perubahan tersebut biasanya disertai dengan perubahan sikap perusahaan publiknya atau sebaliknya. Public relations harus mempelajarinya dengan teliti dan memahami perubahan perusahaan agar bisa melakukan peningkatan perusahaan baik kinerjanya, dari segi produk atau jasa yang dihasilkan, sehingga publik akan terus tertarik dan semakin percaya akan perusahaan yang mereka wakili.

c. Melakukan analisis SWOT (Strenghts/ kekuatan, Weaknesses/ kelemahan, Opportunities/ peluang, dan Threats/ ancaman). Public relations perlu melakukan analisis yang berbobot mengenai persepsi dari luar dan dalam perusahaan atas SWOT yang dimilikinya.[3] Oleh karena itu public relations harus mempunyai strategi khusus dalam menghadapi hal-hal yang bisa menurunkan perkembangan perusahaan. Perusahaan atau organisasi harus mampu menghadapi tekanan yang muncul dari dalam maupun luar perusahaan.

Public relations juga harus bisa berkonstruksi dalam manajemen dalam melakukan perkembangan perusahaan dan menaikkan citra perusahaan. Peran public relations dalam membangun citra tidaklah lengkap tanpa adanya perencanaan dari strategi public relations. Strategi public relations yang hanya berfokus pada teori dan tidak ditindaklanjuti ke lapangan pun tidak akan memberikan hasil. Public relations disini, dalam merumuskan dan menjalankan tugasnya untuk membangun citra, memerlukan  kreasi yang mampu membuat program-program unggulan yang dapat membangun citra perusahaan dan dapat mempertahankan citra tersebut.



Sumber Referensi :

Ningrum Ardyat (2014), "Strategi Public Relations Pt. Kompas Gramedia Dalam Membangun Citra Perusahaan (Studi Kasus Program Corporate Social Responsibility Bentara Budaya Jakarta)"

Chatamallah Maman (2005), Strategi “Public Relations” dalam Promosi Pariwisata: Studi Kasus dengan Pendekatan “Marketing Public Relations” di Provinsi Banten

MEDIATOR, Vol. 9 No.402 2 Desember 2008

Sumber dari Google


[1] Rosady Ruslan, S.H, Manajemen Humas & Manajemen Komunikasi, (Jakarta: PT. RajaGrafindo, 2001), h. 115.
[2] Soleh Soemirat & Elvinaro Ardianto, Dasar-dasar Public Relation, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2010), h. 90.


[3] Soleh Soemirat dan Elvinaro Ardianto, Dasar-dasar Public Relation, h. 91.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar