Didalam bukunya Ruslan mengemukakan bahwa
kampanye public relations memiliki dua arti yaitu arti sempit dan arti yang
umum atau luas. Dalam arti sempit bertujuan meningkatkan kesadaran dan
pengetahuan khalayak sasaran (target audience) untuk merebut perhatian serta
menumbuhkan persepsi atau opini yang positif terhadap suatu kegiatan dari suatu
lembaga atau organisasi (corporate activities) agar tercipta suatu kepercayaan
dan citra yang baik dari masyarakat melalui penyampaian pesan secara intensif
dengan proses komunikasi dengan jangka waktu tertentu yang berkelanjutan.
Dalam arti umum atau luas, kampanye public
relations tersebut memberikan penerangan terus-menerus serta pengertian dan
memotivasi masyarakat terhadap suatu kegiatan atau program tertentu melalui
proses dan teknik komunikasi yang berkesinambungan dan terencana untuk mencapai
publisitas dan citra yang positif (Ruslan, 2008:66).
Definisi kampanye public relations lainnya
seperti yang diungkapkan oleh para tokoh sebagai berikut:
A communication campaign is an organized
communication activity, directed at a particular audience, for a particular
audience, for a particular periode of time to achieve a particular goal.
Secara garis besar bahwa kampanye komunikasi
yang terorganisasi, secara langsung ditujukan khalayak tertentu, pada periode
waktu yang telah ditetapkan untuk mencapai tujuan tertentu. (Snyder,2002 dalam
Ruslan, 2008:23)
(Pfau dan Parrot, 1993 dalam Ruslan, 2008:23),
bahwa suatu kampanye yang secara sadar, menunjang dan meningkatkan proses
pelaksanaan yang terencana pada periode tertentu untuk bertujuan mempengaruhi
khalayak sasaran tertentu.
Kampanye adalah serangkaian kegiatan
komunikasi yang terorganisasi dengan tujuan untuk menciptakan dampak tertentu
terhadap sebagaian besar khalayak sasaran secara berkelanjutan dalam periode
waktu tertentu. (Rogers dan Storey, 1987 dalam Ruslan, 2008:23)
Jenis-jenis kampanye public relations Menurut
Charles U. Larson (dalam bukunya Ruslan, 2008:25-26), membagi jenis-jenis
kampanye kegiatan seperti menjual produk, kandidat dan ide atau gagasan
perubahan sosial, sebagai berikut:
1. Product – Oriented Campaigns Kegiatan dalam kampanye berorientasi pada
produk, dan biasanya dilakukan dalam kegiatan komersial kampanye promosi
pemasaran suatu peluncuran produk yang baru.
2. Candidate – Oriented Campaigns Kegiatan kampanye yang berorientasi bagi
calon (candidat) untuk kepentingan kampanye politik (political campaign).
3. Ideological or cause – Oriented Campaigns Jenis kampanye ini berorientasi
yang bertujuan bersifat khusus dan berdimensi perubahan sosial (social change
campaign).
“Paradigmatik komunikasi” yang disampaikan
oleh Harold D. Laswell (dalam bukunya Ruslan, 2008:28) yang berbunyi Who says
what in which channel to whom with what effect. Dapat pula diadopsi untuk
komponen suatu kegiatan kampanye. Komponen-komponen komunikasi yang disampaikan
19 oleh Harold D. Laswell bila dijabarkan, sebagai berikut:
Who says (siapa yang mengatakan) : komunikator
Says what (mengatakan apa) : pesan (message)
In which channel (melalui saluran apa) : media
To whom (kepada siapa) : komunikan
With what effect (dengan efek apa) : efek dan
dampak
Jika dijabarkan ke dalam peranan kampanye
public relations ( public relations campaign) dengan upaya komunikasi, maka
dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Sebagai komunikator, mau tidak mau public relations Officer harus mampu
menjelaskan atau menyampaikan sesuatu kegiatan atau aktivitas dalam program
kerja kepada publiknya, sekaligus ia bertindak sebagai mediator untuk mewakili
lembaga atau organisai terhadap publik dan sebaliknya.
2. Pesan atau message merupakan sesuatu yang perlu disampaikan kepada penerima
melalui teknik kampanye atau propaganda tertentu yang berupa ide, gagasan,
informasi, aktivitas, atau kegiatan tertentu yang dipublikasikan atau dipromosikan
untuk diketahui, dipahami, dan dimengerti yang sekaligus diterima publiknya.
3. Media merupakan sarana atau alat untuk menyampaikan pesan atau sebagai
mediator antara komunikator dengan komunikannya. Cukup banyak alat sebagai
media untuk keperluan kampanye atau berkomunikasi, antara lain media yang
secara khusus untuk keperluan public relations campaign. Media atau alat
kampanye public relations tersebut digolongkan atau dikelompokkan sebagai
berikut:
a) Media umum Media umum seperti
surat-menyurat, telepon, facsimile, dan telegraf.
b) Media massa Media massa seperti media
cetak, surat kabar, majalah, tabloid,
bulletin dan media elektronik, yaitu televisi, radio, dan film. Sifat
media massa ini mempunyai efek serempak dan cepat dan mampu mencapai pembaca
dalam jumlah besar dan tersebar luas diberbagai tempat secara bersamaan.
c) Media khusus Media khusus seperti iklan,
logo dan nama perusahaan, tau produk yang merupakan sarana atau media untuk
tujuan promosi dan komersial yang efektif.
d) Media internal Media internal yaitu, media
yang digunakan untuk kepentingan kalangan terbatas dan nonkomersial serta lazim
digunakan dalam aktivitas public relations. Media internal ini ada beberapa
jenis yaitu:
1. House journal, seperti majalah bulanan (in
house magazine), profile perusahaan (company profile), laporan tahunan
perusahaan (annual report), prospektus, buletin dan tabloid.
2. Printed material, seperti barang cetakan
untuk publikasi dan promosi, berupa booklets, pamphlet, leaf lets, cop surat,
kartu nama, memo, dan kalender.
3. Spoken and visual word, seperti audio
visual, video record, tape record, slide film, broad casting media,
perlengkapan radio dan televisi.
4. Media pertemuan, seperti seminar, rapat,
presentasi, diskusi, pameran, acara khusus (special events), sponsorship, dan
gathering meet.
5. Komunikan, yakni publik yang menjadi
sasaran dalam berkomunikasi secara langsung atau tidak.
Menurut Nowak and Warneryd (dalam bukunya Ruslan,
2008:128), meskipun ada perbedaan cukup besar dari bentuk-bentuk model kampanye
komunikasi yang selalu dilaksanakan, namun biasanya memiliki beberapa
karakteristik yang sama.
Tipe
kampanye public relations (type of public relations campaign)
Kegiatan
proses perencanaan program kampanye yang dilaksanakan oleh public relations merupakan
program yang terkoordinasi dan memiliki sasaran jelas dalam rancangan program
untuk mencapai tujuan yang spesifik dan memiliki dukungan seperangkat
interelasi berbagai kepentingan yang berkaitan dengan pencapaian tujuan utama
suatu organisasi dalam waktu jangka pendek atau jangka panjang yang disesuaikan
dengan maksud dari misi perusahaan.
Penerapan
program The public relations Campaign Organization Model (model
organisasi kampanye public relations) adalah sebagai berikut (Ruslan,
2008:92):
1.
Campaign Model
of Successful Organization (Model Kampanye Organisasi yang
Sukses) Perusahaan melakukan identifikasi program yang jelas untuk pencapaian
kegiatan tertentu dalam jangka waktu panjang, dengan mengeluarkan tenaga,
waktu, dana, memanfaatkan sumber daya internal organisasi secara optimal dan
terencana baik, selanjutnya menetapkan tujuan pesan-pesan perusahaan dan sasaran
yang hendak dicapai.
2.
Positioning
Statement (Pernyataan Posisi) Kegiatan kampanye public
relations tersebut dapat menciptakan konstruksi mengenai positioning
statement pada suatu tujuan kegiatan operasional organisasi yang
bersangkutan melalui strategi komunikasi dalam penyampaian pesan-pesan yang
berkaitan dengan nilai, manfaat dan tujuan mengubah persepsi tertentu agar
mudah diterima oleh publiknya. Metode kampanye melalui positioning statement
(pernyataan posisi) dirancang melalui perencanaan kegiatan penyampaian
pesan pesan tertentu, merancang skala waktu, alokasi dana,
tim kerja pendukung hingga pelaksanaan strategi komunikasi.
Adapun tujuan dari
kegiatan kampanye public relations adalah sebagai berikut:
a. Public awareness
b. Offer information
c. Public education
d. Reinforce the
attitudes and behavior
e. Behavior
modification
Sumber
Referensi
1. Manik, Gina Margaretha (2011), Perencanaan Kampanye Public Relations Untuk
Membangun Citra (Studi Kasus pada Kampanye Public Relations Rumah Sakit Dr.
Sardjito Yogyakarya tahun 2009 dan 2010). S1 thesis, UAJY.
2. Mbah Google
Tidak ada komentar:
Posting Komentar